Monthly Archives: Maret 2012

Kearifan segenggam garam

Standar

Dahulu kala, hiduplah seorang lelaki tua yang terkenal saleh dan bijak.
Di suatu pagi yang basah, dengan langkah lunglai dan rambut masai,
datanglah seorang lelaki muda, yang tengah dirundung masalah. lelaki itu
tampak seperti orang yang tak mengenal bahagia. Tanpa membuang waktu,
dia ungkapkan semua resahnya:

impiannya gagal, karier, cinta dan
hidupnya tak pernah berakhir bahagia.

Pak Tua yang bijak, hanya mendengarkannya dengan teliti dan seksama. Ia
lalu mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil
segelas air. Dia taburkan garam itu ke dalam gelas, lalu dia aduk dengan
sendok, tenang, bibirnya selalu tampilkan senyum.

“Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya?” pinta Pak tua itu. lanjutkan baca!

Cintailah Cinta

Standar

Memang menyakitkan ketika kita mencintai seseorang, namun ia
tak membalasnya, tetapi yang lebih menyakitkan adalah ketika
kita mencintai seseorang dan kita tidak pernah dapat menemukan
keberanian untuk mengungkapkan perasaan kita padanya.

Sebuah hal yang menyedihkan dalam hidup ketika kita bertemu
dengan seseorang, yang sangat berarti bagi kita, hanya untuk
mengetahui pada akhirnya seseorang tersebut tidak ditakdirkan
untuk bersama kita, sehingga kita harus dengan berat hati
membiarkannya pergi dan berlalu.

Teman terbaik adalah teman dimana ketika kita duduk bersama
disebuah ayunan, tanpa ada ucapan sekatapun, dan ketika harus
berpisah dengannnya, terasa seolah hal tersebut merupakan
percakapan paling menyenangkan yang pernah dilakukan bersama.

Adalah benar bahwa kita takkan pernah tahu apa yang telah
kita dapatkan hingga kita kehilangannya. Tetapi adalah benar
juga, ketika kita tidak tahu apa yang telah hilang hingga hal
tersebut menghampiri kita. lanjutkan baca yuk!

C.I.N.T.A

Standar

apa itu cinta……??

Mereka yang tidak menyukainya menyebutnya tanggung jawab,
Mereka yang bermain dengannya, menyebutnya sebuah permainan,
Mereka yang tidak memilikinya, menyebutnya sebuah impian,
Mereka yang saling mencintai, menyebutnya takdir.

Kadang Tuhan yang mengetahui yang terbaik, akan memberi kita
kesusahan untuk menguji. Kadang Ia pun melukai hati, supaya
hikmat-Nya bisa tertanam dalam. Jika kita kehilangan cinta,
maka pasti ada alasan di baliknya. Alasan yang kadang sulit
untuk dimengerti, namun kita tetap harus percaya bahwa ketika
Ia mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik.

Mengapa menunggu? Karena walaupun kita ingin mengambil satu
keputusan, kita tidak ingin tergesa-gesa. Karena walaupun
kita ingin cepat-cepat, kita tidak ingin sembrono.
Jika ingin berlari, belajarlah berjalan duhulu,
Jika ingin berenang, belajarlah mengapung dahulu,
Jika ingin dicintai, belajarlah mencintai dahulu. LANJUTKAN BACA YUK